OPINI: Perombakan Kabinet ke Dua, Menjadi Neoliberal Sejati
Ilustrasi Reshuffle Kabinet (Foto: detik.com)

OPINI: Perombakan Kabinet ke Dua, Menjadi Neoliberal Sejati

27/07/2016 - 15:17

Moneter.co.id – Setelah gagal mengatasi gejolak melambannya perekonomian nasional yang memburuk namun tegar menghadapi vonis Pansus Pelindo II pada Desember 2015, Presiden Joko Widodo melakukan perombakan personalia yang kjedua Kebinet Kerja.

Kembalinya Sri Mulyani Inderawati sebagai menkeu, lalu Tom Lembong sebagai kepala BKPM yang mengeliminasi Franky Sibarani, Airlangga Hartarto sebagai menteri Perindustrian yang menggantikan Saleh Husin, Enggartiasto Lukita sebagai menteri Perdagangan yang menggeser Tom Lembong dan bertahannya Rini Soemarno sebagai meneg BUMN mengindikasikan, kiblat kebijakan ekonomi kembali ke Barat.

Sikap dasar kebijakan ini konsisten dengan 12 paket kebijakan ekonomi sebelumnya yang tidak membuahkan iklim perekonomian menggairahkan dan gagal... http://moneter.co.id/opini-perombakan-kabinet-ke-dua-menjadi-neoliberal-sejati/

selengkapnya...
Menakar Gatot Nurmantyo Pada Pilpres 2019

Menakar Gatot Nurmantyo Pada Pilpres 2019

17/10/2017 - 14:09
*Oleh : Ali Sodikin Reformasi 1998, sebuah perubahan politik Indonesia yang mengakhiri rezim otoriter. Produk dari era reformasi adalah perubahan posisi politik TNI, dengan pengesahan UU 34 Tahun 2004, militer aktif tidak diizinkan terlibat politik praktis. Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Presiden Jokowi dalam pidatonya diulang tahun TNI ke 72 5 Oktober 2017. Sesuai dengan amanat Jendral Soedirman tentang jati diri TNI, bahwa politik TNI... http://www.visioner.id/opini/artikel/14614/menakar-gatot-nurmantyo-pada-pilpres-2019.html
selengkapnya...