OPINI: Perombakan Kabinet ke Dua, Menjadi Neoliberal Sejati
Ilustrasi Reshuffle Kabinet (Foto: detik.com)

OPINI: Perombakan Kabinet ke Dua, Menjadi Neoliberal Sejati

27/07/2016 - 15:17

Moneter.co.id – Setelah gagal mengatasi gejolak melambannya perekonomian nasional yang memburuk namun tegar menghadapi vonis Pansus Pelindo II pada Desember 2015, Presiden Joko Widodo melakukan perombakan personalia yang kjedua Kebinet Kerja.

Kembalinya Sri Mulyani Inderawati sebagai menkeu, lalu Tom Lembong sebagai kepala BKPM yang mengeliminasi Franky Sibarani, Airlangga Hartarto sebagai menteri Perindustrian yang menggantikan Saleh Husin, Enggartiasto Lukita sebagai menteri Perdagangan yang menggeser Tom Lembong dan bertahannya Rini Soemarno sebagai meneg BUMN mengindikasikan, kiblat kebijakan ekonomi kembali ke Barat.

Sikap dasar kebijakan ini konsisten dengan 12 paket kebijakan ekonomi sebelumnya yang tidak membuahkan iklim perekonomian menggairahkan dan gagal... http://moneter.co.id/opini-perombakan-kabinet-ke-dua-menjadi-neoliberal-sejati/

selengkapnya...
HABIS JK TERBITLAH SANDI “Potret Regenerasi Saudagar Di Pilpres 2019”

HABIS JK TERBITLAH SANDI “Potret Regenerasi Saudagar Di Pilpres 2019”

10/08/2018 - 07:03
Oleh: Farhan Syuhada (Dosen Universitas Muhammadiyah Kupang) Demokrasi langsung di Indonesia yang bergulir usai reformasi 1998 berkonsekuensi pada pembiayaan politik yang sangat tinggi. Fakta inilah yang membuat para saudagar seperti mendapatkan ‘karpet merah’ untuk terlibat langsung dalam percaturan politik nasional. http://www.visioner.id/opini/15243/habis-jk-terbitlah-sandi-potret-regenerasi-saudagar-di-pilpres-2019.html
selengkapnya...